<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>New Technology Archives - Rendipeterson</title>
	<atom:link href="https://rendipeterson.com/category/new-technology/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://rendipeterson.com/category/new-technology/</link>
	<description>Digital Business becomes easy</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 Dec 2017 16:03:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>#AmazonCart – Cool or Ugly Innovation?</title>
		<link>https://rendipeterson.com/amazoncart-cool-ugly-innovation/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2014 04:04:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[New Technology]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://rendipeterson.com/?p=385</guid>

					<description><![CDATA[<p>Inovatif adalah image yang sudah melekat pada Amazon. Di Bulan Mei 2014, Amazon kembali mengejutkan dunia dengan salah satu inovasi terbarunya, yaitu #AmazonCart. #AmazonCart merupakan fitur terbaru Amazon yang dapat digunakan untuk membantu pengguna Amazon meletakkan produk yang dijual di Amazon ke dalam Shopping Cart Amazon tanpa harus meninggalkan Twitter. Saat ini layanan ini baru  [...]</p>
<p>The post <a href="https://rendipeterson.com/amazoncart-cool-ugly-innovation/">#AmazonCart – Cool or Ugly Innovation?</a> appeared first on <a href="https://rendipeterson.com">Rendipeterson</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Inovatif adalah image yang sudah melekat pada Amazon. Di Bulan Mei 2014, Amazon kembali mengejutkan dunia dengan salah satu inovasi terbarunya, yaitu #AmazonCart.</p>
<p>#AmazonCart merupakan fitur terbaru Amazon yang dapat digunakan untuk membantu pengguna Amazon meletakkan produk yang dijual di Amazon ke dalam Shopping Cart Amazon tanpa harus meninggalkan Twitter. Saat ini layanan ini baru dapat dinikmati oleh pengguna Amazon di US &amp; UK.<br />
<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script><br />
<!-- Responsive 1 --><br />
<ins class="adsbygoogle"
style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-4718073935162842"
data-ad-slot="6551654073"
data-ad-format="auto"></ins><br />
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script><br />
Bagaimana Cara Kerja #AmazonCart ini? Pengguna yang ingin menikmati layanan ini tentu harus menghubungkan akun Twitter dengan akun Amazon mereka. Jika mereka ingin membeli barang yang diinginkan, cukup reply dengan #AmazonCart terhadap tweet yang berisi link produk di Amazon. Secara otomatis, barang yang diinginkan akan masuk ke dalam shopping cart. Amazon juga akan mengirimkan notifikasi via email dan reply tweet yang menginformasikan bahwa barang yang diinginkan sedang diproses ke shopping cart. Kedengaran sangat simple dan mudah.</p>
<p>“Add It Now, Buy It Later” – Tagline #AmazonCart</p>
<p>http://www.youtube.com/watch?v=iAm6pa9hPKA</p>
<p>Beberapa pihak menyuarakan keraguannya atas #AmazonCart ini. Mereka berpendapat, bagaimana mungkin konsumen dapat membeli sesuatu hanya dengan melihat deskripsi sepanjang 140 karakter? Apakah konsumen ingin seluruh dunia melihat apa yg dibeli di Amazon? Di sisi lain, hal ini merupakan kebalikan dari proses pembelian konsumen. Konsumen biasanya mencari informasi terlebih dahulu sebelum membeli produk. Dengan #AmazonCart, konsumen dapat menaruh barang yg diinginkan lebih dahulu, mencari informasi setelahnya, kemudian baru membeli jika mereka tertarik.</p>
<p>Pihak yang ragu ini merasa bahwa inovasi yang dilakukan oleh Amazon hanyalah sekedar fitur teknologi yang baru (belum tentu dapat membantu konsumen). Dugaan lain menyatakan bahwa fitur ini hanya merupakan promotional machine or free advertising untuk Amazon di Twitter, meskipun Julie Law, selaku representative Amazon telah menyanggah hal ini.</p>
<p>Pihak yang mendukung #AmazonCart mengatakan bahwa hal ini sejalan dengan nature para pengguna social media. Sharing is Caring.</p>
<p>Julie Law juga mengemukakan fakta bahwa Amazon memiliki sejumlah besar konsumen yang menggunakan Twitter dan Partner Amazon yang sering melakukan posting produk mereka di Twitter. Jadi merupakan hal yang logis jika Amazon &amp; Twitter bekerja sama untuk memudahkan konsumen membeli produk Amazon tanpa meninggalkan Twitter Feed. Kerjasama ini memiliki potensi besar untuk mewujudkan social commerce secara real.</p>
<p>Bagaimana tanggapan para pengguna Amazon?</p>
<p>Simply Measured melakukan <a title="penelitian" href="http://simplymeasured.com/blog/2014/05/19/analyzing-157000-amazoncart-tweets-is-the-amazon-twitter-team-up-taking-hold/" target="_blank">penelitian</a> selama 2 minggu pertama peluncuran #AmazonCart. Hasilnya adalah ada 157.000 Tweet mengenai #AmazonCart. Percakapan minggu pertama didominasi oleh RT mengenai berita #AmazonCart. Hal ini menunjukkan ketertarikan publik yang besar terhadap #AmazonCart. Minggu kedua, setelah #AmazonCart mendapatkan cukup brand awareness, percakapan didominasi oleh mention &amp; reply, yang artinya pengguna Amazon mulai menggunakan #AmazonCart, meskipun demikian karena waktu riset yang terbatas, belum dapat disimpulkan bahwa #AmazonCart akan diadopsi secara masif oleh pengguna Amazon.</p>
<p>Banyak perdebatan yang menarik mengenai #AmazonCart, beberapa menganggap ini merupakan <strong>Cool Innovation</strong> tapi beberapa berpendapat bahwa #AmazonCart hanya merupakan <strong>Ugly Innovation. </strong>Jadi bagaimana menurut anda? Apakah model ini akan mengubah wajah social commerce saat ini atau akan menjadi sesuatu yang unik namun tidak digunakan?<br />
<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script><br />
<!-- Responsive 1 --><br />
<ins class="adsbygoogle"
style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-4718073935162842"
data-ad-slot="6551654073"
data-ad-format="auto"></ins><br />
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script></p>
<p>The post <a href="https://rendipeterson.com/amazoncart-cool-ugly-innovation/">#AmazonCart – Cool or Ugly Innovation?</a> appeared first on <a href="https://rendipeterson.com">Rendipeterson</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Starbucks Campaign &#8211; Tweet A Coffee</title>
		<link>https://rendipeterson.com/starbucks-campaign-tweet-coffee/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Dec 2013 05:02:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Digital Marketing Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[New Technology]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://rendipeterson.com/?p=329</guid>

					<description><![CDATA[<p>Siapa yang tidak kenal dengan logo ini. Salah satu logo yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, bahkan telah menjadi bagian gaya hidup modern saat ini. Selain populer, Starbucks juga dikenal sebagai salah satu brand yang gemar bereksperimen menggunakan teknologi untuk menjangkau customernya. Tanggal 28 Oktober 2013, Starbucks meluncurkan salah satu digital campaign yang sangat menarik,  [...]</p>
<p>The post <a href="https://rendipeterson.com/starbucks-campaign-tweet-coffee/">Starbucks Campaign &#8211; Tweet A Coffee</a> appeared first on <a href="https://rendipeterson.com">Rendipeterson</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa yang tidak kenal dengan logo ini.</p>
<p><a href="https://rendipeterson.com/wp-content/uploads/2013/12/Starbucks-Logo.gif"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-medium wp-image-330" src="https://rendipeterson.com/wp-content/uploads/2013/12/Starbucks-Logo-300x282.gif" alt="Starbucks Logo" width="300" height="282" /></a></p>
<p>Salah satu logo yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, bahkan telah menjadi bagian gaya hidup modern saat ini. Selain populer, Starbucks juga dikenal sebagai salah satu brand yang gemar bereksperimen menggunakan teknologi untuk menjangkau customernya.<br />
<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script><br />
<!-- Responsive 1 --><br />
<ins class="adsbygoogle"
style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-4718073935162842"
data-ad-slot="6551654073"
data-ad-format="auto"></ins><br />
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script><br />
Tanggal 28 Oktober 2013, Starbucks meluncurkan salah satu digital campaign yang sangat menarik, dengan nama “Tweet A Coffee”. Starbucks bekerjasama dengan Twitter untuk memudahkan pelanggan Starbucks mentraktir siapapun segelas kopi Starbucks dengan cara yang unik, yaitu melalui eGift via Twitter.</p>
<p>Sebelum pelanggan Starbucks dapat mengirimkan eGift, Pelanggan Starbucks harus menghubungkan antara Starbucks dan Twitter Account mereka. Kemudian untuk mengaktifkan pengiriman eGift, pelanggan Starbucks hanya perlu mengirimkan tweet kepada @TweetACoffee dengan format “@TweetACoffee to @YourFriendHere”.</p>
<p><a href="https://rendipeterson.com/wp-content/uploads/2013/12/Format-Tweet-A-Coffee.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-331" src="https://rendipeterson.com/wp-content/uploads/2013/12/Format-Tweet-A-Coffee.jpg" alt="Format Tweet A Coffee" width="542" height="187" /></a></p>
<p>Setelah itu, penerima eGift akan memperoleh link eGift yang dapat di redeem melalui starbucks digital card atau print out.</p>
<p><a href="https://rendipeterson.com/wp-content/uploads/2013/12/Prosedur-Tweet-A-Coffee.png"><img decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-332" src="https://rendipeterson.com/wp-content/uploads/2013/12/Prosedur-Tweet-A-Coffee-1024x172.png" alt="Prosedur Tweet A Coffee" width="618" height="103" /></a>Starbucks bekerja sama dengan Twitter untuk membuat profile khusus untuk @TweetACoffee. Profil ini memiliki kemampuan untuk mengirimkan tweet yang bersifat privat sehingga penerima eGift hanyalah orang yang memang berhak menerima eGift ini, bayangkan jika tweet dari @TweetACoffee dibuat bersifat public, maka link eGift ini akan bisa digunakan orang lain dan bukan penerima yang berhak. Profil ini juga dapat membedakan retweet dan mention, sehingga mencegah multiple charge kepada sang pemberi eGift.</p>
<p><strong>Starbucks &#8211; Tweet A Coffee Campaign</strong><br />
http://www.youtube.com/watch?v=AxPZj9x_Dsk<br />
Inti dari campaign Tweet A Coffe ini, seperti yang diungkapkan oleh Chief Communication Officer Starbucks &#8211; Adam Brotman, adalah mendorong pelanggan untuk berterima kasih atas perbuatan baik yang dilakukan orang lain terhadap mereka dengan cara memberikan reward yaitu eGift Starbucks.<br />
Starbucks mampu menciptakan suatu experience yang memudahkan pelanggannya melalui campaign ini. Bayangkan seorang pelanggan Starbucks yang teringat akan kebaikan seorang temannya, hanya dengan mengirimkan sebuah Tweet, ia dapat berbuat baik terhadap temannya. Sungguh suatu pengalaman yang sangat menggoda untuk dicoba.</p>
<p>Campaign ini menuai respon yang sangat baik. Ada lebih dari 27000 pelanggan starbucks yang memberikan eGift kepada temannya dan 34% nya memberi lebih dari 1 eGift. Total eGift yang terjual adalah 37.000. Dari digital campaign Tweet A Coffe ini, Starbucks berhasil memperoleh revenue lebih dari $180,000.</p>
<p><a href="http://keyhole.co/realtime/Starbucks/"><img decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-333" src="https://rendipeterson.com/wp-content/uploads/2013/12/Campaign-Tracker-Starbucks-Tweet-A-Coffee-1024x636.png" alt="Campaign Tracker Starbucks Tweet A Coffee" width="618" height="383" /></a><br />
Benefit yang diperoleh Starbucks melalui Campaign Tweet A Coffee ini adalah:<br />
<strong>1. Cara pendekatan baru dalam berinteraksi dengan pelanggan melalui digital &amp; social channel</strong><br />
Melalui campaign ini, pelanggan Starbucks dapat membangun hubungan yang lebih erat kepada pelanggannya. Kontribusi Starbucks menciptakan moment-moment menyenangkan membuat Starbucks akan semakin melekat dalam kehidupan pelanggannya.</p>
<p><strong>2. Meningkatkan Trial, Traffic &amp; Sales</strong><br />
eGift ini akan meningkatkan jumlah trial pembelian Starbucks. Jika biasanya trial memakan banyak biaya, namun melalui campaign ini, biaya trial seolah-olah dibebankan kepada sang pemberi hadiah. Selain peningkatan jumlah trial, akan terjadi juga peningkatan jumlah pengunjung di gerai-gerai Starbucks (siapa yang akan melewatkan segelas Starbucks Gratis?) dan berujung pada peningkatan sales secara langsung.</p>
<p><strong>3. Demografi + Social + Financial Data</strong><br />
Starbucks memang sudah memiliki data demografi pelanggan Starbucks yang memiliki account Starbucks, berkat campaign ini (pelanggan Starbucks yang ingin mengirimkan eGift, harus menghubungkan Starbucks &amp; Twitter account mereka), Starbucks dapat memperoleh social data (Twitter ID &amp; Klout Score)dari para pelanggannya. Penggabungan demografi &amp; social data bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan bahkan oleh perusahaan teknologi sekalipun. Saat Demografi, Social &amp; Financial Data sudah terintegrasi, maka Starbucks dapat mengembangkan program Customer Relationship Management/CRM dengan lebih baik lagi (Long Term Benefit).</p>
<p>Starbucks melalui Digital Marketing Campaign – Tweet A Coffee, sudah membuktikan bahwa penggunaan teknologi yang tepat (Platform Twitter For Commerce) dengan strategi yang sesuai akan menghasilkan outcome yang luar biasa dan penggunaan social media dapat menghasilkan Return On Investment (ROI) secara langsung.</p>
<p>Apa pendapat anda mengenai digital campaign ini? Let me know your comment<br />
<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script><br />
<!-- Responsive 1 --><br />
<ins class="adsbygoogle"
style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-4718073935162842"
data-ad-slot="6551654073"
data-ad-format="auto"></ins><br />
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script></p>
<p>The post <a href="https://rendipeterson.com/starbucks-campaign-tweet-coffee/">Starbucks Campaign &#8211; Tweet A Coffee</a> appeared first on <a href="https://rendipeterson.com">Rendipeterson</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aplikasi Penggunaan Social Media Monitoring</title>
		<link>https://rendipeterson.com/aplikasi-penggunaan-social-media-monitoring/</link>
					<comments>https://rendipeterson.com/aplikasi-penggunaan-social-media-monitoring/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Feb 2013 09:21:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Digital Marketing Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[New Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[digital campaign tipp ex]]></category>
		<category><![CDATA[digital marketing campaign]]></category>
		<category><![CDATA[digital marketing strategy]]></category>
		<category><![CDATA[mention social media di di industri otomotif]]></category>
		<category><![CDATA[mention social media di industri perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Monitoring]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://rendipeterson.com/?p=21</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanggal 15 November lalu, Majalah Marketing mengadakan seminar digital marketing dengan judul “The Best of Global Digital Marketing”. Selama seminar, Mike Berry sebagai pembicara memberikan contoh-contoh kasus digital campaign yang terbaik di dunia. Beberapa contoh digital campaign yang dibahas adalah Pepsi, Starbucks, Mc Donald, Tipp-Ex, Monopoly dan banyak lagi.  Hal yang menarik dari digital campaign tersebut bukan hanya ide-ide kreatif yang melandasinya melainkan  [...]</p>
<p>The post <a href="https://rendipeterson.com/aplikasi-penggunaan-social-media-monitoring/">Aplikasi Penggunaan Social Media Monitoring</a> appeared first on <a href="https://rendipeterson.com">Rendipeterson</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 15 November lalu, Majalah Marketing mengadakan seminar <i>digital marketing</i> dengan judul <i>“The Best of Global Digital Marketing”</i>. Selama seminar, Mike Berry sebagai pembicara memberikan contoh-contoh kasus <i>digital campaign</i> yang terbaik di dunia. Beberapa contoh <i>digital campaign</i> yang dibahas adalah Pepsi, Starbucks, Mc Donald, Tipp-Ex, Monopoly dan banyak lagi.  Hal yang menarik dari <i>digital campaign</i> tersebut bukan hanya ide-ide kreatif yang melandasinya melainkan juga strategi dan hasil dari <i>digital campaign</i>.</p>
<p><span id="more-21"></span></p>
<p>Salah satu kasus <i>digital campaign</i> yang menarik untuk dibedah adalah <i>campaign</i> <i>“Shoot the Bear”</i> <i>by Tipp-Ex</i>. Produk Tipp-Ex adalah produk yang secara natural tidak banyak dibicarakan di dunia digital. Demi meningkatkan<i>share of voice</i> di dunia digital, Tipp-Ex meluncurkan video <i>“Shoot the Bear”</i> di Youtube. Video 30 detik ini memuat cuplikan kejadian pemburu yang sedang berkemah di hutan dan kemudian ada seekor beruang yang tiba-tiba muncul. Pemburu itu kebingungan untuk mengambil keputusan apakah dia harus menembak beruang tersebut atau tidak. Temannya terus menyarankan untuk menembak beruang itu namun pemburu tetap bimbang. Di akhir video 30 detik tersebut, ada 2 pilihan yang diberikan yaitu <i>“Shoot the Bear” &amp; “Don’t Shoot the Bear”</i> .Ketika pengunjung mengklik salah satu pilihan, mereka akan di <i>direct</i> ke halaman <i>flash</i> yang memiliki tampilan sangat mirip dengan Youtube. Kali ini, sang pemburu tidak mau menembak beruang tersebut. Pemburu itu kemudian mengambil Tipp-Ex yang berada di samping video dan menghapus sebagian judul video. Pemburu tersebut juga meminta kepada setiap pengunjung untuk <i>“Rewrite the Story”</i> dan <i>“Typing Something”.</i> Jika pengunjung memasukkan suatu kata kerja seperti <i>dances, fight</i>, dll, maka pengunjung dapat melihat cerita pilihan mereka. Inilah yang dinamakan “<i>Tipp Experience”</i>. Tipp-Ex telah menyediakan lebih dari 42 interaksi yang berbeda. Tipp-Ex juga mendorong pengunjung untuk <i>share</i> tentang <i>“Tipp experience”</i> yang mereka pilih melalui Facebook, Twitter dan Email.</p>
<p>Meskipun <i>campaign</i> ini hanya melalui media online, hasil <i>campaign</i> ini sangat luar biasa. Dalam 10 jam pertama, kecepatan <i>sharing</i> video ini adalah 1 tweet per detik. Dalam 36 jam, video ini sudah dilihat oleh 1 juta orang. Setelah 1 minggu, video ini sudah dipublikasikan di ratusan blog, 120.000 kali di share di Facebook dan di Tweet lebih dari 40.000 kali di Twitter. Hal ini juga meningkatkan jumlah <i>mention </i>Tipp-Ex. Sebelum <i>campaign</i> ini, jumlah <i>mention</i> Tipp-Ex hanyalah sekitar 100 <i>mention</i> per hari. Namun di hari peluncuran campaign ini, jumlah<i>mention</i> Tipp-Ex naik berkali-kali lipat hingga mencapai 1600 <i>mention</i>.</p>
<p>5 tahun yang lalu, pengukuran campaign konvensional menghadirkan suatu tantangan tersendiri bagi para marketer. Hal ini dikarenakan untuk dapat melakukan pengukuran campaign secara tepat, diperlukan suatu survey yang memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Sekarang hasil digital campaign berupa banyaknya <i>mention</i>, jumlah share di Facebook dan Twitter sudah menjadi hal yang sangat biasa sekarang ini karena adanya platform <i>social media monitoring</i>.</p>
<p>Perkembangan teknologi yang pesat, telah mendorong munculnya social media, website, forum, blog, video, dll. Platform-platform social ini memudahkan konsumen untuk melakukan interaksi dengan sesama konsumen. Konsumen dengan menggunakan <i>“owned”</i> media seperti Facebook, Twitter hingga website, dapat melakukan percakapan dengan sesama konsumen. Percakapan yang terjadi merupakan pendapat,respon maupun pemikiran yang lugas terhadap suatu hal, baik berupa produk, servis atau peristiwa-peristiwa tertentu.</p>
<p>Banyaknya percakapan yang terjadi membuka peluang bagi para marketer untuk memperoleh informasi mengenai suatu topik tertentu. Jika marketer mulai untuk mendengarkan percakapan yang ada di dunia digital maka marketer akan memperoleh insght mengenai topik tersebut. Percakapan yang terjadi mengenai topik tertentu dapat dianalisa lebih lanjut dengan menggunakan Sentimen Analisis. Sentimen Analisis akan memisahkan setiap percakapan dalam beberapa kategori, misalnya menjadi sentimen positif, sentimen netral dan sentimen negatif. Cara untuk mendengarkan percakapan dan melakukan sentimen analisis adalah dengan menggunakan <i>social media monitoring</i>.</p>
<p>Aplikasi Penggunaan <i>Social media monitoring</i>:</p>
<p><strong>1.</strong><b> Mengetahui respon konsumen terhadap suatu hal (produk, servis, <i>event</i>,dll)</b><br />
Beberapa waktu lalu, sebuah <i>study</i> dari Trendrr mencoba membandingkan respon konsumen terhadap film <i>“Harry Potter &amp; the Deathly Hallows Part 2”</i> dan <i>“The Twilight Saga: Breaking Dawn Part 1”</i> dalam hal <i>buzz/mention</i> dan sentimen. Data <i>buzz</i> dan sentimen dikumpulkan selama 2 minggu sebelum setiap film ditayangkan. Hasilnya jumlah buzz <i>“Harry Potter”</i> jauh lebih banyak dibandingkan dengan buzz “Breaking Dawn”. Dalam hal sentimen di Twitter, film <i>“Breaking Dawn”</i> memperoleh 41% sentimen positif, 7% sentimen negatif dan 52% sentimen netral sementara film <i>“Harry Potter &amp; the Deathly Hallows Part 2”</i> memperoleh 70% sentimen positif, 7% sentimen negatif dan 23% sentimen netral. Dari analisa sentimen, dapat dilihat bahwa film <i>“Harry Potter”</i> memiliki sentimen yang lebih baik dari segi kualitas maupun kuantitas.</p>
<p>2. <b><i>Alert System</i></b><br />
<i>Monitoring</i> jumlah <i>buzz/mention</i> dan sentimen dapat digunakan sebagai <i>alert system</i>. Perusahaan yang melakukan <i>monitoring</i> dengan menggunakan <i>social media monitoring</i> platform. Dari hasil<i>monitoring</i>, perusahaan dapat mengetahui seberapa banyak brand mereka dibicarakan tiap harinya. Grafik sentimen positif, negatif dan netral dapat memberikan gambaran situasi yang terjadi secara<i>real time</i>.  Dari data yang dikeluarkan oleh Alterian, Nestle pernah mengalami penurunan sentimen positif sebanyak 36,21%. Hal ini terjadi karena Nestle melakukan sensor terhadap video dari Greenpeace tentang penggunaan suplier yang tidak  <i>eco-friendly. </i>Jumlah sentimen positif yang turun drastis dan peningkatan sentimen negatif membuat Nestle mengambil tindakan yang cepat untuk mengatasi krisis yang terjadi. Bayangkan jika Nestle tidak melakukan monitoring maka percakapan yang terjadi mengenai Nestle adalah percakapan yang bersifat negatif dan merugikan Nestle. Sangat penting untuk perusahaan  melakukan <i>monitoring</i> terhadap brand maupun <i>campaign </i>mereka, sehingga jika ada indikasi potensi krisis yang dapat  membahayakan, perusahaan dapat segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah tersebut.</p>
<p><strong>3. <i>Source of Knowledge</i></strong><br />
<i>Social media monitoring</i> dapat berfungsi sebagai <i>source of knowledge</i>. Marketer dapat melakukan<i>monitoring</i> terhadap suatu topik tertentu untuk memperoleh <i>“knowledge”</i>. Frontier Consulting Group beberapa waktu lalu telah mengakuisi Mediawave yang memiliki spesialisasi dalam <i>social media monitoring</i>. Dengan menggunakan platform Mediawave, Frontier Consulting Group mencoba untuk menampilkan <i>overview</i> mengenai industri otomotif dan industri perbankan. <i>Overview</i> ini yang diharapkan dapat memberikan <i>knowledge</i> bagi marketer mengenai 2 industri ini. Data <i>overview</i>industri merupakan hasil <i>monitoring</i> selama bulan Oktober 2011.</p>
<p><a href="https://rendipeterson.com/wp-content/uploads/2013/02/Sentimen-Industri-Perbankan.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-25" src="https://rendipeterson.com/wp-content/uploads/2013/02/Sentimen-Industri-Perbankan.jpg" alt="Sentimen Industri Perbankan" width="487" height="296" /></a></p>
<p><a href="https://rendipeterson.com/wp-content/uploads/2013/02/Sentimen-Industri-Otomotif.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-26" src="https://rendipeterson.com/wp-content/uploads/2013/02/Sentimen-Industri-Otomotif.jpg" alt="Sentimen Industri Otomotif" width="489" height="296" /></a></p>
<p>Industri otomotif merupakan salah satu industri yang sangat cocok untuk menggunakan social media. Target market industri motor relatif muda dan sangat erat dengan <i>lifestyle</i>. Dari data Mediawave selama bulan Oktober 2011, industri otomotif merupakan salah satu industri dengan jumlah <i>mention</i>  paling banyak, yaitu 25.939<i>mention</i>/bulan. 84,58% total <i>mention</i> berasal dari social media (Facebook dan Twitter). Hal ini menunjukkan bahwa merek-merek di Industri otomotif sering dibicarakan di dunia digital. Dari data Mediawave, 86,72% dari jumlah <i>mention</i> yang ada di Industri perbankan merupakan sentimen netral, kemudian 9,36% sentimen positif dan 3,92% merupakan sentimen negatif.</p>
<p>Frontier Consulting Group juga melakukan <i>review</i> terhadap industri perbankan. Jika dibandingkan, industri perbankan memang relatif kurang dibicarakan dibandingkan Industri Otomotif. Dari data Mediawave bulan Oktober 2011, tercatat ada 7997 <i>mention</i> yang terjadi di industri perbankan. Jumlah <i>mention</i> ini hanya sepertiga dari total <i>mention</i> di industri otomotif. <i>Digital channel</i> yang menjadi sumber utama percakapan industri perbankan adalah Twitter (85,46%-6835 <i>mention</i>). Hal menarik dari <i>landscape </i>industri perbankan ini adalah tidak banyak percakapan yang terjadi di Facebook. Facebook memang memiliki pengguna yang banyak namun 67% pengguna Facebook Indonesia berada di kelompok umur 14-24 tahun. Kelompok umur 14-24 memang bukan merupakan target market utama di industri perbankan. Target market industri perbankan umumnya kelompok mapan yang  relatif tidak muda. Industri perbankan juga merupakan industri yang sangat mementingkan <i>“Trust”</i> dan cenderung konvensional. Hal-hal ini yang menyebabkan percakapan mengenai industri perbankan hanya sepertiga percakapan dari industri otomotif.</p>
<p>Hasil analisa sentimen industri perbankan menunjukkan bahwa sentimen positif (21,68%) di industri perbankan lebih tinggi dibandingkan sentimen positif (9,36%) di industri otomotif, meskipun demikian industri perbankan juga memiliki sentimen negatif yang lebih tinggi (10,54%) dibandingkan Industri Otomotif (3,92%) dan sentimen netral (67,78%) masih mendominasi di Industri perbankan maupun industri otomotif.</p>
<p>Social media monitoring mampu memberikan benefit yang sangat penting. Para marketer diharapkan dapat menggunakan social media monitoring untuk menambah basis informasi mengenai pasar, produknya, mempertajam strategi perusahaan di ranah digital , meluncurkan digital campaign yang sukses dan meningkatkan performa brand maupun perusahaan.</p>
<p>&nbsp;[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]
<p>The post <a href="https://rendipeterson.com/aplikasi-penggunaan-social-media-monitoring/">Aplikasi Penggunaan Social Media Monitoring</a> appeared first on <a href="https://rendipeterson.com">Rendipeterson</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://rendipeterson.com/aplikasi-penggunaan-social-media-monitoring/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
