<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>New Trend Archives - Rendipeterson</title>
	<atom:link href="https://rendipeterson.com/category/new-trend/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://rendipeterson.com/category/new-trend/</link>
	<description>Digital Business becomes easy</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 Dec 2017 16:13:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>Bagaimana Membangun Customer Experience Yang Luar Biasa Di Digital Era?</title>
		<link>https://rendipeterson.com/bagaimana-membangun-customer-experience-yang-luar-biasa-di-digital-era/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Feb 2014 04:06:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Digital Marketing Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[New Trend]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://rendipeterson.com/?p=375</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa yang menjadi fokus para digital marketer di 2014? Satu pertanyaan yang sangat penting untuk dijawab karena akan menentukan visi para digital marketer di 2014 ini. Econsultantcy &amp; Adobe mencoba untuk menjawab pertanyaan ini dengan mengadakan survey untuk meneliti area yang akan menjadi fokus digital marketer di tahun 2014. Hasil survey menyatakan bahwa fokus utama  [...]</p>
<p>The post <a href="https://rendipeterson.com/bagaimana-membangun-customer-experience-yang-luar-biasa-di-digital-era/">Bagaimana Membangun Customer Experience Yang Luar Biasa Di Digital Era?</a> appeared first on <a href="https://rendipeterson.com">Rendipeterson</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang menjadi fokus para digital marketer di 2014? Satu pertanyaan yang sangat penting untuk dijawab karena akan menentukan visi para digital marketer di 2014 ini.</p>
<p>Econsultantcy &amp; Adobe mencoba untuk menjawab pertanyaan ini dengan mengadakan<a title="survey" href="https://blogs.adobe.com/digitaleurope/2014/01/28/customer-experience-content-marketing-top-2014-digital-trends/" target="_blank"> survey</a> untuk meneliti area yang akan menjadi fokus digital marketer di tahun 2014. Hasil survey menyatakan bahwa fokus utama digital marketer adalah mengenai  Customer Experience. Bagaimana cara menciptakan customer experience yang luar biasa.</p>
<p><a href="https://rendipeterson.com/wp-content/uploads/2014/02/Bagaimana-Membangun-Customer-Experience-yang-luar-biasa-di-digital-era.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-379" src="https://rendipeterson.com/wp-content/uploads/2014/02/Bagaimana-Membangun-Customer-Experience-yang-luar-biasa-di-digital-era-1024x680.jpg" alt="Bagaimana Membangun Customer Experience yang luar biasa di digital era" width="618" height="410" /></a></p>
<p>Salah satu hot area yang telah lama didengungkan para digital marketer untuk meningkatkan customer experience adalah <b>Mobile</b>.<br />
<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script><br />
<!-- Responsive 1 --><br />
<ins class="adsbygoogle"
style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-4718073935162842"
data-ad-slot="6551654073"
data-ad-format="auto"></ins><br />
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script><br />
Mobile tidak dapat dipungkiri lagi telah lama diprediksi akan menjadi trend digital, namun, di tahun 2014 ini, para digital marketer sudah sepakat untuk mengembangkan mobile secara serius. Hal ini sesuai dengan prediksi CEO Google, Eric Schmidt :  <b>“The trend has been mobile was winning. It’s now won.</p>
<p>Mobile merupakan jembatan antara dunia nyata dan dunia digital. Mobile memiliki kemampuan untuk memberikan experience yang luar biasa kepada penggunanya, contohnya adalah <a title="Tesco/Home Plus" href="https://rendipeterson.com/kunci-sukses-digital-marketing.html" target="_blank">Tesco/Home Plus</a> yang membuat online store di subway. Melalui teknologi QR Code di smartphone, para penumpang subway dapat membeli barang yg diinginkan.</p>
<p>Mobile juga memberikan pengalaman baru melalui teknologi <b><i>Location Based System</i></b>, user dapat memperoleh offer dan iklan yang tepat sesuai dengan lokasinya saat itu.</p>
<p>Selain mobile, hasil survey juga memberikan insight mengenai top 3 strategi untuk menunjang terciptanya customer experience yang luar biasa, yaitu: <b>Content Marketing, Social Media Engagement dan Targeting &amp; Personalization.</b></p>
<p>Content Marketing sudah terbukti memberikan hasil yang signifikan dalam membangun persepsi konsumen mengenai brand dan melakukan edukasi sesuai dengan purchase cycle konsumen meskipun demikian, dengan maraknya content marketing, Efektifitas Content Marketing terancam oleh Content Marketing itu sendiri. Hanya content yang bermutu dan berkualitas yang tetap akan diminati.</p>
<p>Social Media Engagement merupakan tantangan untuk digital marketer. Social Media Besar seperti Facebook mengubah algoritma mereka untuk memberikan customer experience yang terbaik kepada konsumennya. Di sisi lain, perubahan ini membuat organic reach dari brand berkurang dari sebelumnya sehingga Facebook “memaksa” para pemilik brand untuk beriklan melalui Facebook. Perubahan ini mendorong inovasi dan pemahaman mengenai customer behavior untuk meningkatkan Social Media Engagement.</p>
<p>Targeting &amp; Personalization merupakan strategi yang menarik. Bagaimana cara untuk memilih segment customer dan memberikan personalisasi terhadap setiap kebutuhan mereka sehingga membangun kedekatan antara brand dengan customernya.</p>
<p>Proses kreasi “A Great Customer Experience” akan melibatkan fungsi bisnis dalam organisasi dan pengaturan touch point customer yang dirancang dengan tepat. Elemen-elemen dari touch point customer seperti customer service, iklan, content management merupakan bagian penting untuk membangun customer experience yang luar biasa.</p>
<p>Customer Experience yang luar biasa hanya akan tercipta jika suatu organisasi memiliki data yang diperlukan , teknologi yang tepat, strategi yang direncanakan dengan baik dan culture yg dibangun dari orang-orang di perusahaan tersebut.</p>
<p>Jangan takut untuk bereksperimen dalam penciptaan Customer Experience yang luar biasa</p>
<p><b>“It is better to try and fail than fail to try”</b></p>
<p>Apakah Para Digital Marketer sudah menyiapkan strategi yang tepat untuk menciptakan customer experience yang luar biasa?<br />
<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script><br />
<!-- Responsive 1 --><br />
<ins class="adsbygoogle"
style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-4718073935162842"
data-ad-slot="6551654073"
data-ad-format="auto"></ins><br />
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script><br />
&nbsp;</p>
<p>&nbsp;[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]
<p>The post <a href="https://rendipeterson.com/bagaimana-membangun-customer-experience-yang-luar-biasa-di-digital-era/">Bagaimana Membangun Customer Experience Yang Luar Biasa Di Digital Era?</a> appeared first on <a href="https://rendipeterson.com">Rendipeterson</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Multitasking Vs Single Tasking</title>
		<link>https://rendipeterson.com/multitasking-vs-single-tasking/</link>
					<comments>https://rendipeterson.com/multitasking-vs-single-tasking/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Jun 2013 04:46:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[New Trend]]></category>
		<category><![CDATA[Multitasking]]></category>
		<category><![CDATA[new trend]]></category>
		<category><![CDATA[single tasking]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://rendipeterson.com/?p=176</guid>

					<description><![CDATA[<p>Multitasking, satu kata yang semakin sering kita dengar saat ini. Banyak orang dengan bangga mengatakan bahwa mereka dapat menyelesaikan tugas-tugas yang menggunung dengan cara multitasking. Benarkah demikian? Mana yang lebih bagus Multitasking Vs Single Tasking Istilah multitasking awalnya berasal dari industri komputer. Multitasking didefinisikan sebagai kemampuan microprocessor untuk mengerjakan beberapa tugas secara bersamaan. Definisi multitasking  [...]</p>
<p>The post <a href="https://rendipeterson.com/multitasking-vs-single-tasking/">Multitasking Vs Single Tasking</a> appeared first on <a href="https://rendipeterson.com">Rendipeterson</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Multitasking, satu kata yang semakin sering kita dengar saat ini. Banyak orang dengan bangga mengatakan bahwa mereka dapat menyelesaikan tugas-tugas yang menggunung dengan cara multitasking. Benarkah demikian? Mana yang lebih bagus Multitasking Vs Single Tasking</p>
<p>Istilah multitasking awalnya berasal dari industri komputer. Multitasking didefinisikan sebagai kemampuan microprocessor untuk mengerjakan beberapa tugas secara bersamaan. Definisi multitasking dalam kehidupan sehari-hari adalah mengerjakan beberapa tugas sekaligus dalam waktu yang sama.<br />
<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script><br />
<!-- Responsive 1 --><br />
<ins class="adsbygoogle"
style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-4718073935162842"
data-ad-slot="6551654073"
data-ad-format="auto"></ins><br />
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script></p>
<p>Logikanya adalah jika ada 10 tugas dan tiap tugas memerlukan waktu 10 menit maka dibutuhkan 100 menit untuk menyelesaikan semua tugas ini. Jika kita dapat melakukan 2 pekerjaan secara bersamaan maka waktu yang dibutuhkan hanya 50 menit, <b>WOW</b>, hal ini berarti meningkatkan produktivitas sebanyak 50%. Logika inilah yang mendorong orang-orang untuk melakukan tugas secara multitasking. Orang yang bisa melakukan multitasking akan disebut orang yang hebat.</p>
<p>Namun apakah benar kita dapat melakukan multitasking? Untuk menjawab pertanyaan ini kita harus memahami bagaimana cara otak kita bekerja. <b>Otak kita secara natural hanya dapat mengerjakan satu tugas di satu waktu</b> atau <b>tidak bisa melakukan 2 atau lebih tugas secara bersamaan dengan seluruh kekuatan otak.</b></p>
<p>jika kita mengerjakan beberapa tugas secara bersamaan atau yang sering kita sebut multitasking, yang sebenarnya terjadi adalah otak kita berpindah dari satu tugas ke tugas yang lain/switch tasking.</p>
<p>Manakah yang lebih produktif, bekerja secara switch tasking atau single tasking. Saat Switch tasking, otak kita akan membutuhkan waktu tertentu untuk memulai suatu tugas, kemudian ada periode waktu tertentu yg diperlukan otak untuk berpindah ke tugas lainnya, lalu otak akan membutuhkan waktu lagi untuk memulai tugas yang baru tersebut.</p>
<p>Analoginya adalah sama seperti kita naik mobil, menginjak gas kemudian menginjak rem, kemudian menginjak gas lagi kemudian rem lagi dan demikian seterusnya. Dengan demikian, jumlah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan akan semakin banyak.</p>
<p>Hal ini dipertegas dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa orang yang melakukan switch task, memiliki produktifitas 40% lebih rendah daripada orang yg melakukan single tasking. Orang yg melakukan switch task juga dapat menimbulkan mental blok yang dapat memperlambat kerja otak.</p>
<p>Hasilnya adalah orang-orang yg melakukan multitask akan memiliki produktifitas yang lebih rendah sehingga jika kita disuruh untuk memilih maka sebaiknya kerjakan pekerjaan yang memerlukan kemampuan otak secara maksimal secara single task sehingga kita dapat memiliki produktifitas yang lebih tinggi.</p>
<blockquote><p>“ People don&#8217;t multitask because they&#8217;re good at it. They do it because they are more distracted.&#8221; &#8211; David Sanbonmatsu</p></blockquote>
<p>Berikut adalah tools untuk mengetahui berapa waktu yang diperlukan untuk berpindah dari satu tugas ke tugas yang lain.</p>
<div id="open-site-infographic" style="width: 450px;"><iframe id="multitask-info" style="height: 450px;" src=" http://open-site.org/blog/the-multitask-test/game.php" name="multitask-info" width="450" height="450" frameborder="0"></iframe></p>
<div style="text-align: right; font-size: 12px;">Created by <a href="http://open-site.org/blog/the-multitask-test">http://Open-Site.org</a></div>
</div>
[follow id=&#8221;Rendipeterson&#8221; ][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]
<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script><br />
<!-- Responsive 1 --><br />
<ins class="adsbygoogle"
style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-4718073935162842"
data-ad-slot="6551654073"
data-ad-format="auto"></ins><br />
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script></p>
<p>The post <a href="https://rendipeterson.com/multitasking-vs-single-tasking/">Multitasking Vs Single Tasking</a> appeared first on <a href="https://rendipeterson.com">Rendipeterson</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://rendipeterson.com/multitasking-vs-single-tasking/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
