Salah satu social network yang sedang menanjak popularitasnya di Indonesia adalah Path. Hal ini dipertegas dari pernyataan Bezarnat Hornet, Business Manager dari Path bahwa Indonesia menduduki peringkat ke 3 dunia berdasarkan jumlah pengguna Path paling aktif secara Global. Jumlah pengguna Path bulan Juli 2013 adalah 12 juta dan telah mencapai 20 juta pengguna di bulan September 2013.

Fitur penting Path

Path adalah Social Network yang memiliki fitur utama Private Sharing (Foto, Video, Location, Music, Status,dll) dan Messaging Service untuk smartphone maupun tablet.

Sebelum Path diluncurkan di tahun 2010, banyak orang berpikir bahwa dunia social network adalah dunia dimana kompetisinya sangat kejam – Winner Takes all.



Kisah Friendster yang redup dengan cepat masih segar dalam ingatan, dimana Friendster yang merupakan social network yang paling populer menghilang dari persaingan akibat ledakan pengguna Facebook yang sangat fenomenal.

Bahkan Google, sang raksasa internet berupaya untuk menandingi Facebook dengan meluncurkan Google+ di tahun 2011 namun belum mampu menggeser Facebook sebagai social network dengan jumlah pengguna terbanyak di dunia.

Fakta-fakta ini merupakan hambatan yang besar untuk masuk ke dunia social network sehingga banyak perusahaan yang mengurungkan niatnya untuk masuk namun tampaknya hal ini tidak berlaku terhadap Shawn Fanning & Dave Morin (mantan executive Facebook). Mereka dengan berani meluncurkan satu social network dengan nama “Path” di 2010.

Latar belakang peluncuran ‘Path” ini adalah munculnya sekelompok pengguna yang merasa bahwa Facebook menjadi terlalu ramai. Facebook memang memberikan keleluasaan kepada pengguna untuk memiliki sampai dengan 5000 teman, akibatnya banyak informasi dan update yang menjadi kurang relevan karena berasal dari teman-teman yang tidak dikenal dengan baik. Jumlah teman yang banyak ini juga membuat pengguna tidak bisa share sesuatu yang sifatnya personal, misalnya ada hal yang bisa di share kepada keluarga dan saudara kita, namun tidak untuk teman kantor kita. Facebook juga memuat semakin banyak iklan. Hal ini jelas mengganggu pengalaman pengguna saat menggunakan Facebook.

Sebagai solusinya, Path diluncurkan sebagai social network alternatif dari Facebook.

Dave Morin selaku Co-Founder & CEO mengatakan bahwa visi jangka panjang Path adalah untuk membangun suatu network dengan kualitas yang sangat tinggi dimana pengguna merasa nyaman untuk berkontribusi di setiap waktu.

Path memiliki beberapa keunggulan:

1. Simpel – Path dibuat agar simple untuk digunakan. Path hanya menyediakan fitur – fitur penting yang sering digunakan oleh pengguna seperti photo sharing, status update, check in. Path berbeda dengan Facebook yang berusaha menyediakan berbagai macam fitur yang membuat penggunaan Facebook menjadi lebih rumit.

2. Private – Path diperuntukkan hanya untuk teman-teman terdekat dan keluarga. Path 3.2 memiliki fitur privat sharing. Fitur ini memberikan keleluasaan kepada pengguna untuk mengatur siapa saja yang bisa melihat post kita. Tentunya ada beberapa post yang sifatnya sangat personal sehingga hanya ada orang-orang tertentu yang dipilih.

3. Ad Free – Path memilih untuk tidak menampilkan iklan. Hal ini membuat pengalaman pengguna tidak terganggu iklan saat menggunakan Path.

4. 150 – Dunbar’s NumberBeberapa orang heran mengenai pembatasan jumlah teman di Path sebanyak 150 orang. Angka 150 ini sering disebut Dunbar’s Number yang  merupakan temuan dari Robin Dunbar, seorang ahli antropologi dari Inggris.

Dunbar’s number is a measurement of the “cognitive limit to the number of individuals with whom any one person can maintain stable realtionships”

Singkatnya Dunbar’s Number adalah batas teoritis berapa banyak koneksi yang bisa seseorang jalin dengan baik. Path diciptakan atas dasar temuan ini sehingga diasumsikan bahwa pengguna hanya memerlukan maksimal 150 teman (Path sudah merevisi kebijakan ini sehingga kita bisa memiliki lebih dari 150 teman).

Hal menarik dari social network adalah kita bisa memperoleh update orang-orang yang berarti bagi kita. Path dengan berbagai keunggulannya berhasil menciptakan suatu komunitas yang ekslusif dan relevan sehingga pengguna dapat lebih bebas untuk share moment dalam kehidupan sehari-hari tanpa khawatir. We can share more in Path than in Facebook but Facebook still has more user (1,1 Billion Users) than Path (20 Million Users).

Jadi apakah Path lebih baik dari Facebook? Apa pendapat anda?




 [/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]